Pidato Pelepasan Purna Siswa MA Ali Maksum

 

Pidato Pelepasan Oleh Kepala Madrasah dalam Purna Siswa

Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta

4 Juni 2012 M./14 Rajab 1433 H.

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ به من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، سيدنا ومولانا وحبيبنا وقرة أعيننا محمد خاتم الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي… أما بعد،

 

Yang Terhormat Bapak-bapak Kiai, Ibu-ibu Nyai, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak;

Yang Terhormat Bapak Drs. H. Noor Hamid, M.Pd.I, Kepala Bidang Mapenda Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta;

Yang Terhormat Bapak Drs. Masharun Ghozali, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul;

Yang Terhormat Bapak KH. Jirjis Ali beserta segenap jajaran Dewan Pembina Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta;

Yang Terhormat Bapak H. Afif Muhammad, MA., Ketua Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta;

Yang Terhormat Bapak/Ibu Orangtua/Wali Santri Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta;

Yang Terhormat Kepala-kepala Madrasah dan Ketua-ketua Lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta;

Yang Terhormat segenap Dewan Guru, Dewan Pembimbing, hadlirin wal-hadlirat dan anak-anakku Kelas Tiga, yang saya banggakan.

 

Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa bertemu di Pondok ini dalam acara yang semoga mendapat rahmat, ridla dan inayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam mari bersama-sama kita sanjungkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan kita semua, para pengikutnya.

Pertama-tama saya menghaturkan selamat datang, marhaban-ahlan wa sahlan bi-hudlurikum kepada Panjenengan semua, para tamu dan undangan, di tempat kami, Pondok Pesantren Krapyak. Semoga kedatangan Panjenengan semua membawa berkah dan manfaat bagi Pesantren dan segenap civitas akademikanya, amin.

Pagi ini kami mengundang Panjenengan semua dalam rangka tasyakkur kami selaku Pengurus Madrasah telah berhasil mengantarkan segenap siswa-siswi menyelesaikan jenjang studinya di tingkat menengah atas. Kami mengundang Panjenengan semua agar berkenan memberi doa-restu kepada mereka semua khususnya, agar dalam perjalanan mereka ke depan nantinya tetap mendapat bimbingan dan inayah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin dan hadlirat rahimakumullah,

Tahun ini kami mengikutsertakan sejumlah 104 siswa-siswi untuk mengikuti ujian akhir. Dari jumlah tersebut, ada 2 anak dinyatakan gagal lulus dalam Ujian Nasional, ditambah 1 anak gagal lulus dalam Ujian Kepesantrenan. Tentu ini adalah hasil yang kurang memuaskan bagi kami selaku Pengurus Madrasah. Kami sadar ini adalah buah dari keteledoran kami kurang mencermati dan membimbing anak-anak didik kami. Meskipun sebenarnya kami, -mengikut kebiasaan tahun-tahun sebelumnya-, sudah berusaha melakukan banyak hal demi pencapaian hasil semaksimal mungkin. Kami menyelenggarakan dan menyediakan waktu guna bimbingan belajar sejak awal tahun ajaran; kami memberi fokus dan pendalaman materi sejak semester dua, dengan hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran yang pro-UN dan UMBN; kami melakukan banyak latihan dan try out bagi pengayaan materi ujian bagi segenap siswa-siswi. Dan bila kemudian hasilnya adalah seperti yang kita dapati hari ini, maka semua usaha dan segala sesuatunya agar mendapat pahala dan ridloNya, kita serahkan kepada Allah Ta’ala.

Tentu kita tidak boleh berhenti pada titik itu. Sebagai Pengurus Madrasah, semuanya akan kita teliti dan kita evaluasi, agar hasil yang seperti ini cukup sekali ini saja dan tidak boleh berulang kembali. Apalagi selaku Kepala Madrasah yang baru berjalan lima bulanan, hasil ini akan kami gunakan sebagai momentum untuk muhasabah dan bahan untuk koreksi diri. Kami juga memerlukan bantuan, saran dan masukan sebanyak-banyaknya, baik dari Bapak-bapak pejabat, Bapak-Ibu Orangtua wali santri, para alumni dan segenap tokoh masyarakat. Dan sedikit banyak, kami sudah mendengar dan menyerap beberapa keluhan dan juga menerima masukan terkait program pembelajaran kami ke depan. Barangkali sekedar sebagai informasi kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu hadlirin semuanya, insya Allah tahun depan kita akan mengadakan kelas persiapan bagi siswa-siswa yang belum memungkinkan untuk mengikuti pelajaran-pelajar di kelas I. Kita juga sedang mempersiapkan rancangan kurikulum baru yang insya Allah akan kita implementasikan pada tahun ajaran depan.

Sambil melancarkan semuanya, alhamdulillah kami tak lupa berprestasi dan mengapresiasi prestasi. Buktinya, kami melestarikan apa yang dulu telah dirintis oleh Drs. KH. Asyhari Abdullah Tamrin, M.Pd.I., Kepala Madrasah sebelumnya, dengan memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang dalam Ujian Nasional mereka memperoleh nilai 9 dalam setiap mata pelajaran yang diujikan. Dan sesudah kami hitung ada 26 siswa-siswi kami yang mendapatkan nilai itu. Masing-masing mereka kami berikan penghargaan berupa uang sebesar Rp. 100.000, per-mata pelajaran. Kami juga merasa bersyukur karena kami telah pun menerima kepastian 2 orang siswa-siswi kami diterima di Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama RI. Masing-masing Ananda A’yun Anniqo Rizqiyana, yang telah diterima di Universitas Gadjah Mada dan ananda Aunillah Reza di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami juga bersyukur, ada 8 siswa yang sudah lolos seleksi administrasi Beasiswa Santri Unggulan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kami juga sedang menunggu hasil pengumuman seleksi masuk ke universitas di Sudan oleh Kemenag RI.

Bapak-bapak, ibu-ibu, hadlirin dan hadlirat yang kami mulyakan,

Kami juga sedang merencanakan membuka ruang kelas baru untuk kelas laki-laki Madrasah Aliyah. Seperti diketahui, Yayasan Ali Maksum baru saja deal membeli sebidang tanah, yang dimaksudkan untuk waqaf Pondok, yang nantinya akan menjadi bagian dari pengembangan Madrasah Aliyah. Luas lahan baru itu adalah 2.735m² dan terletak kurang dari 100m ke selatan dari lokasi kita sekarang berada. Dengan harga Rp. 1.500.000/m², maka total biaya untuk pembelian itu adalah 4.1 milyar Rupiah. Tentu biaya pembelian sebesar itu tidak mungkin kita pikul sendiri, mengingat besaran angkanya dan mengingat kita sebagai lembaga pendidikan Pondok alias swasta, yang pemasukannya betul-betul mengandalkan iuaran santri semata. Kami juga tahu, sebagian dari Panjenengan juga kesulitan mencari lembaga sosial yang dapat dipercaya bagi mengelola dan meneruskan sedekah dan waqaf Panjenengan. Oleh karena itu, kami mengajak Panjenengan semua, hadlirin wal-hadlirat, agar bersedia sedekah jariyah dalam bentuk waqaf, yang kemanfaatannya sudah jelas dan muttafaq ‘alayh, untuk kebaikan dunia-akhirat. Kami menerima berapa saja yang Panjenengan berikan, dan tidak mengikat dengan jumlah nominal tertentu. Tapi apabila dibuat semacam paket, maka kami menawarkan sejumlah 16.410 paket, dengan nilai masing Rp. 250.000/paket. Waqaf juga bisa ditransfer melalui rekening Yayasan Ali Maksum di Bank BNI Jl. Parangtritis Yogyakarta a/n. Ibu Ny. Hj. Lutfiyah Baidhowi, nomor rekening 0030107970.

Bapak-bapak, Ibu-ibu Orangtua/Wali yang kami hormati,

Sesudah tiga tahun, atau bahkan ada yang sudah enam tahun lamanya, putra-putri Panjenengan berada di Krapyak ini bersama kami, tentu akan banyak perubahan mereka yang akan Panjenengan temui. Kami berharap, perubahan itu mengarah pada satu hal yang positif. Kami berharap, mereka lebih dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan; lebih cerdas dalam menyelesaikan problem-problem kemanusiaan dan kemasyarakatan; dan lebih alim dalam menjalankan kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun kami sendiri mengakui banyak di antara mereka yang belum hatam bacaan Qur`annya, banyak di antara mereka yang membaca tulisan Arab gundul masih plegak-pleguk; banyak di antara mereka yang kalau ketemu orang yang pake jubah aja sudah kaku dan gak berani mendekat; banyak di antara mereka yang ketika adzan, bahkan iqomah sudah dilantunkan, masih saja tidak tergerak untuk berjamaah…

Apapun yang sudah diusahakan, pada hari ini semuanya kami serahkan kembali kepada Bapak/Ibu. Tidak mudah memang, tatkala kami sudah menjadi semakin dekat, semakin kenal dan semakin akrab. Tapi sudah menjadi kemestian bagi mereka untuk berkembang lebih jauh menuju jenjang yang lebih tinggi. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelayanan dan perkhidmatan kami kepada Bapak/Ibu dan kepada anak-anak, kami banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan. Kami berdoa, semoga apa yang selama ini kami usahakan dapat dicerna dan diambil manfaatnya oleh anak-anak semuanya. Dan apabila diperkenankan, kami berharap anak-anak ini dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu di pondok takhashshus atau di perguruan tinggi. Kami yakin, masing-masing mereka sudah siap dan mampu menerima pelajaran-pelajaran yang lebih banyak dan lebih mendalam. Dan kalaupun mereka sudah di perguruan tinggi, kami sangat berharap, mereka masih akan berada di Pesantren, di manapun mereka berada.

Kepada anak-anakku semuanya,

Saya ucapkan selamat karena telah berhasil melewati satu fase dalam kehidupan akademik kalian. Perjalanan tiga tahun ini tentu tidak mudah dijalani, apalagi bagi Ananda yang setiap tahun harus selalu berpindah-pindah asrama dan direlokasi. Confusing, pasti! Tapi sungguh, itulah hidup. Ananda harus siap menghadapi segala sesuatu. Ananda harus selalu siap beradaptasi dan berpindah dari satu titik ke titik yang lain, dari satu posisi ke posisi yang lain, dalam keadaan yang sama, kuat dan teguh. Sebagaimana kita diajari oleh Imam Ibn Malik dalam Alfiyah, Ananda mesti menyiapkan diri laksana dlamir “na”, kata ganti “kami” yang senantiasa teguh menghadapi segala posisi i’rab, baik dalam keadaan mahall rafa’, nashab atau jar:

للرفع والنصب وجرّ "نا" صلح # كاعرف بنا فإننا نلنا المنح

Siapapun Ananda, dan apapun posisi serta kedudukan Ananda, mari kita berpegang kuat kepada tali Islam, agama Allah. Seperti yang sudah Ananda ikrarkan tadi:

الصين لنا والعرب لنا # والهند لنا والكُلُّ لنا

أضحى الإسلام لنا دينا # وجميع الكون لنا وطنا

توحيد الله لنا نور # أعددنا الروح له سكنا

Kita bisa tinggal di mana saja. Tapi di manapun kita berada: di Cina-kah, di Arab-kah, di Kebumen atau di Lampung, mari kita junjung tinggi agama Islam, mari kita jadikan tauhid sebagai cahaya yang senantiasa menginspirasi jiwa kita, yang selalu menerangi tiap tingkah dan langkah dalam kehidupan keseharian kita.

Anak-anakku,

Sebagai alumni pesantren, Ananda selayaknya berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai pesantren. Pertahankan dan lestarikan apa yang sudah menjadi tradisi baik Ananda di Pondok ini. Ingat selalu dengan motto Madrasah kita: berilmu, beradab dan berprestasi, yang semestinya kita jadikan semboyan dan ciri kita, baik sebagai siswa, guru maupun alumninya.

  • "Berilmu” mengharuskan kita menjadi orang yang selalu haus ilmu-pengetahuan. “Berilmu” juga mengingatkan status kita sebagai pelajar yang harus senantiasa terpelajar, yang smart dan bijak dalam menghadapi setiap permasalahan.
  • Beradab” menjadi tujuan kita memiliki ilmu. Kita juga harus bisa menempatkan diri kita di manapun dan dalam posisi apapun: bagaimana kita berlaku kepada orangtua; bagaimana kita bersikap kepada tetangga; hingga bagaimana kita selaku hamba yang mengabdi kepada al-Mawla…
  • Berprestasi” mengharuskan kita bisa menjadi pribadi yang unggul dan teladan. Aspek ini menuntut agar kita mampu terus-menerus menggali semua potensi diri sekaligus mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Ananda, pertanyaannya bermula dari: kalau saya sekarang ini lulusan Aliyah Krapyak, keunggulan apa yang membedakan saya dengan lulusan sekolah atau madrasah atau pondok yang lain?

Demikian sambutan ini saya sampaikan, dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

والله ولي التوفيق والهادي إلى سواء السبيل

عليه توكلت، وبه أستعين، وإليه أنيب

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

 

Krapyak, 14 Rajab 1433 H/4 Juni 2012 M

Kepala Madrasah,

 

Hilmy Muhammad 

Comments

About ahmad fadly