Khutbah Jum’at Mbah Zainal

 

Berikut ini khutbah Jum’at Simbah KH. Zainal Abidin Munawwir, pada 3 Rajab 1433 H bertepatan tanggal 25 Mei 2012. Tidak seperti biasa, khutbah kali ini agak panjang. Tema khutbah tentang 2 hal yg menjadi kewajiban agama, yaitu taubat dan berbakti kpd orang tua. Semoga bermanfaat ….

 

 

I

Masih ttg kewajiban agama, antara wajib ‘ain adalah taubat. Ada beberapa rukun bagi dilakukannya taubat, yaitu:

 

–     Menyesal dengan sepenuh hati. Penyesalan ini dilakukan karena Allah bukan karena takut dikeroyok massa. Taubat yg dilakukan krn Allah bermakna, kalau tidak taubat bakal disiksa oleh Allah.

–     Berjanji tidak mengulangi lagi maksiyat yg telah dilakukan. Janji untuk tidak mengulang melakukan maksiat ini harus karena kesadaran, bukan karena udzur, seperti usia tua atau lumpuh. Kalau janji tidak mengulang itu karena sudah tidak mampu lagi melakukannya, maka janji tidak mengulang itu harus diimplementasi thdp dosa2 yg setingkat dengannya.

–     Membayar dan menebus penyebab dosa, baik itu berupa hak manusia, seperti dosa mengambil barang orang lain; atau hak Allah, seperti dosa meninggalkan ibadah. Masing2 harus ditebus. Apabila dosanya adalah mengambil barang orang lain, tapi kita tidak tahu pemilik barang itu, maka cara menebusnya adalah menyerahkan barang tersebut kpd orang lain yg membutuhkan, disertai dg doa dan pengharapan, smg nanti Allah yg akan mengembalikannya kpd pemiliknya.

–     Memperbanyak istighfar.

 

Yg jg harus menjadi catatan adalah taubat tidak bisa dilakukan pada waktu sekarat, sebagaimana ayat 17-18 surat an-Nisa`.

 

 

II

Termasuk kewajiban agama adalah berbakti kpd orangtua. Berbakti kpd orangtua bermakna, apapun yg diperintahkan oleh orangtua harus dilakukan, asal yg diperintahkan bukan perkara maksiat, sebagaimana tuntunan hadits: “la tha’ata limakhluqin fi ma’shiyatil-kholiq” (tidak boleh taat kpd siapapun makhluq dlm hal kemaksiyatan terhadap Allah).

 

Hadits ini menjadi pedoman ketaatan kita kpd siapapun tidak boleh dilakukan dg melanggar aturan Allah. Maka hati2 bagi pegawai negeri, jangan sampai taat kpd atasan bila perintahnya bertentangan dg Islam. Sama dg kasus ini, santri pengen mondok tp orangtua memerintahkan kpdnya agar tidak usah mondok dan malah disuruh mencari kerja. Ini termasuk perintah yg tidak perlu ditaati. Perintah ini menunjukkan orang tua yg tidak tahu pentingnya mengaji. Padahal dg mengaji, anak bisa mengetahui hal2 yg terkait dg bersuci, tata cara sholat dan aturan2 tentang berhubungan dg orang lain.

Comments

About admin